Proses Belajar Mengajar Numpang di Balai Banjar Tanggahan Tengah
Proses belajar mengajar sejumlah
murid SDN 2 Demulih di Banjar/Dusun Tanggahan Tengah, Desa Demulih, Kecamatan
Susut, Bangli, dialihkan ke balai banjar setempat. Hal itu menyusul rusaknya
empat bangunan SDN 2 Demulih akibat disambar petir. Gedung SDN 2 Demulih Hancur
Disambar Petir, Sebanyak 28 siswa dari 40 murid SDN 2 Demulih akan numpang
belajar di Balai Banjar Tanggahan Tengah. Ke-28 siswa tersebut masing-masing
siswa kelas VI sebanyak 7 orang, kelas V sebanyak 11 orang, kelas IV sebanyak 4
orang siswa, dan kelas III sebanyak 6 orang siswa.
Sedang murid kelas I dan II
masing-masing sebanyak 5 dan 7 orang tetap akan belajar di ruangan kelas
masing-masing yang tidak rusak. Diperkirakan siswa akan numpang belajar di Balai
Banjar Tanggahan Tengah dalam beberapa bulan mendatang, sampai selesai rehab
SDN 2 Demulih di APBD (2016) Perubahan, antara Juli sampai dengan Agustus
mendatang.
Keputusan memanfaatkan Balai Banjar
Tanggahan Tengah untuk proses belajar mengajar anak-anak diambil dalam rapat
antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bangli, kepala sekolah dan guru SDN
2 Demulih, dan pihak terkait.
Rapat dihadiri Kadisdikpora Bangli I
Nyoman Suteja didampingi Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Susut Sang Made Yoga,
komite sekolah, Banjar/Desa Pakraman Tanggahan Tengah, pihak Desa Dinas
Demulih, juga dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, aparat
keamanan dari Polsek Susut, tokoh masyarakat, dan orangtua siswa.
Usai pertemuan di sekolah setempat,
Kepala SDN 2 Demulih I Nengah Sudana, memastikan siswa kelas VI, V, IV, dan
kelas III akan belajar di balai banjar. Ruang balai banjar yang terbuka, akan
disekat-sekat dengan tripleks, terpal, dan perlengkapan lain sebagai ruang
kelas. “Kami kira cukup untuk menampung anak-anak,” ujar Nengah Sudana,
yang juga warga setempat.
Sedang siswa kelas I dan II, kata
Sudana, tetap belajar di SDN 2 Demulih, yakni dua ruang di gedung selatan yang
relatif utuh. “Sekarang sedang kami ukur,” lanjut Sudana.
Terkait dengan peminjaman Balai
Banjar Tanggahan Tengah, Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Susut akan bersurat
secara resmi kepada pihak Banjar/Desa Pakraman Tanggahan Tengah. “Prosedur
administrasi memang demikian, walau pihak desa pakraman sudah mengizinkan,”
kata Kepala UPT Disdikpora Kecamatan Susut Sang Made Yoga.
Kadisdikpora I Nyoman Suteja
menyatakan, pembangunan kembali gedung SDN 2 Demulih dipastikan akan
dialokasikan di APBD Perubahan. “Karena ini bencana,” kata Suteja.
Sedang untuk pembuatan sekat ruang
belajar di Balai Banjar Tanggahan Tengah, Suteja menginstruksikan dilakukan
secepat mungkin. “Paling lambat dalam sepekan ini sudah selesai,” ujar Suteja.
Dia menambahkan untuk kebutuhan tersebut pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas
Sosial dan Tenaga Kerja.
Pihak Desa Pakraman Tanggahan Tengah
menjamin pemanfaatan balai banjar untuk tempat belajar siswa. Untuk itu,
desa pakraman tidak akan menggadakan kegiatan adat, seperti paruman/rapat atau
kegiatan lain selama balai banjar jadi sekolah sementara.
“Kegiatan ada kami akan laksanakan
di Wantilan Pura Dalem,” kata Bendesa Pakraman Tanggahan Tengah I Nengah Tanya.
Demikian juga pembuatan ogoh-ogoh terkait Pangerupukan oleh teruna setempat
akan dipindah ke lokasi lain, di antaranya bale subak.
Dari pantauan kemarin, warga bersama
guru, siswa, anggota Polsek Susut, dan pihak terkait melaksanakan gotong
royong, membersihkan dan memindahkan peralatan sekolah. Di antaranya bangku,
meja, kursi, papan, dan perlengkapan lainnya. Barang-barang diangkut ke Balai
Banjar Tanggahan Tengah yang lokasinya di seberang jalan SDN 2 Demulih. Pihak
Desa Pakraman Tanggahan Tengah, juga melaksanakan Upacara Durmanggala Agung
sebagai sarana penyucian dan keseimbangan secara niskala setelah musibah
sambaran petir tersebut. “Memang begitulah semestinya,” ujar Bendesa I Nengah
Tanya.